Tag Archive bisnis

Byjmzachariascom

[Formula 448] Pengalaman Konsumen & Film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017)

Awal Juli kemarin saya terkaget-kaget kalau Film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017) sudah siap diputar perdana per tanggal 13 Juli 2017. Iya, benar-benar terkaget-kaget karena saya tidak menyangka dalam beberapa hari lagi untuk siap-siap menonton filmnya serta menulis pengalaman istemewa dari pembuatan film tersebut. Pengalaman ini istimewa karena meski saya penikmat film karya anak bangsa seperti Filosofi Kopi (2015), tentunya seperti film Indonesia yang baru lainnya termasuk film sekuel dari keberhasilan film Filosofi Kopi yang perdana, namun tidak serta merta menarik perhatian saya untuk menyisihkan waktu jauh-jauh hari untuk menonton kelanjutan film sekuel berikutnya. Namun kali ini beda dengan Film Filosofi Kopi 2 ini, yang membuatnya jadi pengalaman istemewa, ceritanya suatu sore (Sabtu, 7 Januari 2017) sepulang acara temu teman yang baru menikah dan akan pindah ke Sydney Australia, saya sempatkan mampir ke kawasan Blok M untuk ke toko untuk beli kopi bubuk [dalam kemasan] produk nusantara dan rute yang saya lewati termasuk Kedai Filosofi Kopi. Langkah pun terhenti melihat kerumunan diluar kebiasaan sekitar halaman luarnya. Ternyata sedang dilakukan pengambilan gambar [syuting film] untuk beberapa adegan baik sore dan malam hari untuk film terbaru Filosofi Kopi 2. Melihat dari dekat proses pengambilan gambar oleh pekerja film (pemeran dan kru film), bagi orang awam terhadap industri film seperti saya merupakan hal baru dan tentu saja menarik, apalagi latar belakang saya sebagai orang produk sekaligus bisnis yang akrab dengan yang namanya rangkaian proses termasuk input dan output-nya. Tentu melihat rangkaian proses pembuatan adegan film menjadi ketertarikan saya untuk berhenti dan mengamati proses demi proses meski dalam waktu tidak singkat di sana.


Proses syuting di depan kedai Filosofi Kopi Jakarta

Satu hal apresiasi saya bagi kru film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini, yang beri ruang bagi masyarakat umum untuk menonton dari dekat.

Sesuatu proses yang perlu kerja sama tingkat tinggi, apalagi yang namanya polusi cahaya & suara (noise) seperti suara yang tidak diinginkan masuk terekam terdengar serta awan gelap mengurangi back-up light cahaya luar ruangan di sore hari sehingga akibatkan proses syuting di luar ditunda sementara. Tidak jarang, satu adegan yang sudah bagus harus diulang, karena ada suara klakson motor dalam radius 5-10 meter atau belum lagi jika ada suara dari pengerasa suara (TOA) dari gedung yang ada di dekatnya. Dengan alat recording dengan teknologi tinggi selain beri kejernihan serta kepekaan suara sekaligus bisa merekam sampai suara lainnya termasuk seperti (noise) yang cukup mengganggu tadi. Menariknya para pemeran punya ketahanan tinggi untuk melakukan adegan berulang-ulang dengan hasil tetap prima. Saya jadi teringat ada pemain film terkenal kita (film lain) yang pernah mengatakan biasanya bagi dia ada batasan maksimal 6 take untuk setiap adegan, ini berkaitan totalitasnya dalam berakting termasuk batasan maksimal olah otot wajah-nya untuk berekpresi secara maksimal. Dari sisi ini saja saya sebagai orang awam bisa melihat dan merasakan selesainya suatu adegan (diterima-nya oleh sutradara) yang biasanya kita dengar “Bungkus!” merupakan kerja sama sekaligus kesempurnaan total baik dari pemeran, kru film serta lingkungan sekitarnya yang saling mendukung.


Proses syuting pun berlangsung sampai malam hari

Hal di atas inilah yang jadi katalis metamorfosis saya sebagia konsumen biasa (penikmat film bermutu) selanjutnya berubah menjadi konsumen yang punya ikatan (engaged) dengan suatu karya seperti Film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody ini. Sebagaimana artikel ini diunggah pada portal strategi bisnis JMZacharias.Com, tentu penekanan penulisan ini pada aspek bisnis dari suatu produk, kali ini produk film dan proses-prosesnya. Bisa dibilang dengan pengalaman istimewa di atas yang menyentuh hati konsumen biasa, kemudian menjadikan pengalamannya (consumer experience) tidak hanya membuat loyal (engaged) namun juga rela melakukan sesuatu hal dengan tanpa bayar baik menulis blog/artikel atau buat referensi produk ke teman (referral). Ini merupakan lompatan strategi dalam komunikasi bisnis (marketing) yang sangat signifikan dan jarang diterapkan industri film tanah air yang masih hanya mengangandalkan kekuatan produk (mutu film berikut pemeran-pemeran-nya) dalam menjaring penonton dan mendongkrak pendapatannya. Sadar atau tidak, tim Film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, berhasil ‘mencuri hati‘ saya sebagai konsumennya dengan pengalaman di atas sampai ke level consumer engagement. Kisah pengalaman ini bisa jadi kajian berkaitan jalur pijakan arah proses selanjutnya untuk penerapan strategi untuk sampai tahap consumer engagement untuk promosi film-film mendatang. Di beberapa industri berlaku beberapa metode jalur (path) seperti di atas baik model klasik AIDA approach buat consumer perhatian (Awareness), kemudian menjadi tertarik (Interest), selanjutnya memikirkan untuk rencana-rencana keputusan (Decision) and consumer melakukan transaksi (Action). Kalau di bidang industri digital (mobile online) dengan pendekatan AARRR: tahap mendapat pelanggan (Consumer Acquisition), tahapan pelanggan tertarik melakukan inisiasi (Activation), tahap pelanggan loyal (Retention), tahap mengambil pendapatan dari pelanggan (Revenue) dan tahap pelanggan memberi rekomendasi/referensi berkaitan produk dan layananannya (Referral). Tentunya ada ‘banyak jalan ke Roma‘ banyak ragam dan metoda yang cocok dengan situasi dan kondisi masing-masing industri.

Empat Pengalaman Menarik
Kembali pada pengalaman istimewa yang saya alami sebagai konsumen biasa tidak hanya satu pengalaman di atas, ada empat! Saya buat runtutan urutan keempat pengalaman istemewa tersebut secara beruturan waktunya dimulai dari Pengalaman Pertama saat ikut menyaksikan proses syuting beberapa adegan on location. Jelang pemutaran perdana, saat melihat trailer-nya ada salah satu adegan dari pengalaman proses syuting kolase foto di atas.(Pengalaman Kedua).

Kemudian Pengalaman Ketiga, saat menonton film di bioskop khusus yang dekat dengan kedai Filosofi Kopi di tempat saya nonton, ada beli satu tiket berarti ikut berkontribusi memberi satu bibit untuk pentani kopi dan yang menarik lainnya potongan tiket masuk nonton dapat ditukarkan dengan gratis satu cup coffee di Kedai Filosofi Kopi. Saat menukarkan potongan tiket nonton di kedai bertemu pemeran barista di Film Filosofi Kopi 2 (kalah nggak salah pemeran Aldi, sedang melayani di kedai Filosofi Kopi). Seperti biasa dari dulu jika ingin mampir ngopi di kedai Filosofi Kopi selalu penuh dan itu membuat saya menunda untuk ngopi di kedai ini. Entah mengapa sore itu yang selalu cukup ramai, setelah membeli tiket sambil menunggu pemutaran film Filosofi Kopi 2, saya berjalan ke kedai Filosofi Kopi dan coba nekat untuk masuk ke dalamnya. Ternyata masih ada satu kursi yang bisa saya duduki tepat di dekat mesin kopi sisi ujung. Menariknya pada posisi kursi tersebut yang baru saya tahu setelah menonton filmnya dimana ada beberapa adegan (termasuk adegan reviewer yang sibuk menulis dan fot-foto) yang mengambil setting pas tempat duduk tersebut persis dengan yang juga saya lakukan sore itu. Sambil menikmati nikmatnya Cappucino dengan signature yang khas Filosofi Kopi berpadu dengan gula merah (brown sugar) dengan beberapa jepretan foto pengalaman hari itu.


Kolase foto menikmati kopi di sore hari dengan 1 tiket nonton= 1 kopi gratis + 1 bibit kopi untuk petani

Pengalamana menarik lainnya (Pengalaman Keempat), saat setelah buburan pertunjukan film, terlihat ada kerumunan di dekat pintu masuk bioskop ternyata ada pemeran Ben yang juga produser film ini (Chicko Jericho) yang sedang diliput berbagai program tv berikut orang yang menunggu antri berfoto selfie atau sekadar foto dari jauh (seperti yang saya lakukan). Ternyata pemeran Ben ini akan nonton bareng bersama tim dan penonton Film Filosofi Kopi 2. Sesaat wawancara dan foto-foto selesai, mereka bergegas masuk ke theater 2 dan saya sempatkan menyela langkah Chicko Jerikho untuk mengatakan bahwa Film Filosofi Kopi 2 bagus dan menginspirasi! saya akan buat review-nya. Sesudah itu saat saya akan beringsut pergi, Chicho menahan langkah saya, sambil mengatakan ingin mendengar kesan saya terhadap film tersebut dengan diliput kamera-kamera tv yang bersamanya, saya sempat menolak ajakan tersebut (untuk diliput kamera tv) dengan kembali mengatakan nanti saja lewat review yang saya tulis. Namun berhubung Chickho sudah memberitahukan para pekerja program tv (cameraman) untuk mengaktifkan kamera tv dan lampu sorot lalu dengan tanpa persiapan (mendadak) pun saya memberi kesan terhadap film yang baru saja saya nonton yang diliput beberapa program tv. Saya pun memberi komentar kesan singkat dimana saya menggarisbawahi film ini memberi pesan pesan inspiratif tentang keberagaman produk kopi nusantara, kekayaan seni dan budaya (kearifan lokal) menjadi hal penting terutama pd peristiwa akhir2x ini, untuk kita tetap menjaga persatuan ditengah keberagaman (perbedaan) yang ada.

Pesan Inspiratif
Meski di awal, saya sudah tekankan artikel ini hanya fokus pada bagiamana efektifitas hubungan dengan konsumen yang menjadi strategi domain bisnis industri film, lewat sharing pengalaman-pengalaman di atas. Namun, setelah menyaksikan film tentu ada pesan inspiratif yang layak dibagikan sekaligus sebagai referal untuk penikmat film untuk menonton film ini. Ada empat hal yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia dan internasional untuk mengenal Indonesia dari keberagaman dan potensi-potensinya seperti lewat Film Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody yang menunjukkan

1. Gambaran kehidupan riil memulai bisnis startup (menjadi entreprener) baik dalam suka,duka dan tantangan hidupnya.
2. Visualisasi aneka ragam kopi nusantra dengan pesona daerah beserta kearifan lokalnya dan budaya termasuk kuliner, seni tradisional yang berhubungan keberagaman kebudayaan daerah dll.
3. Hubungan antar manusia dalam bisnis dan cinta dalam frame keberagaman latar belakang suku, agama dan ras yang dibingkai dalam satu kesatuan.
4. Film ini sebagai platform dalam membungkus beberapa adegan dengan narasi musik (sound-track based movie) dengan penampilan genre-genre musik dan lagu yang berbeda sekaligus memperkenalkan yang baru dan potensial lainnya, seperti yang diaminkan sutradara Angga Dwimas Sasongko dan music director Glenn Fredly pada video di bawah ini

Di luar empat hal itu, kalau dilihat dari sisi teknis sebagai karya film, tentu banyak hal yang perlu diapresiasi. Namun pada tulisan ini karena dari awal sudah fokus pada aspek non-teknis film sebagai suatu karya seni, saya takutkan kalau membahas sisi teknis, tidak cukup ruang untuk membahasnya dalam artikel ini sehingga tidak bisa menyeluruh atau tuntas dari sisi produk review (teknis produk/karya yang ditawarkan). Biasanya untuk review produk film saya bahas dalam artikel tersendiri seperti artikel untuk review film lain yang pernah saya bahas seperti contoh karya film sebagai product review berikut film ditinjau dari aspek bisnis karena memang pas ada kesempatan untuk meng-cover-nya secara mendalam).

Dari pengalaman nonton film bersama, beruntungnya saya yg hari itu datang selain sebagai konsumen yang engaged, namun juga jalankan kapasitas saya sebagai reviewer produk bisnis dalam hal ini karya film namun hanya secara garis besar saja seperti yang saya uraikan sebelumnya di atas. Ada satu hal yang cukup ‘menggoda’ di kala punya kesempatan mendengar respon penonton, itu adalah sesuatu! Saya pun mendapatkan ‘harta karun‘, duduk bersebelahan dengan gadis bersama teman-temannya yang sibuk mengomentari setiap penampilan visual film ini (mulai dari sisi busana, kecantikan pemain, pelengkap busana seperti sepatu dll), komunikasi verbal dialog yang memancing tawa serta bagaimana penonton sebelah saya ini tak henti-hentinga tanggap merespon hal-hal tadi sebagai bagian alur cara berpikir kritisnya sebagai seorang penonton dan sudah cukup membuatnya teraduk-aduk dalam ketegangan yang tak terduga berikut romatisme dan emosi dengan suasana kesal dan kocak dalam drama yang tidak terduga juga. Tampilan sajian khas lokal di suatu daerah pun menjadi bahan diskusinya mulai dari jarak suatu tempat lengkap (relativitas jauh/dekat) juga yang lainnya seperti berbagai alasan yang cukup scientis seperti dampak komposisi arang (masih ada hubungangannya dengan kopi, cukup ya … kalau digambarkan lebih jauh jadi spoiler he2x … kalau penasaran seperti apa adegannya di film silakan menuju bioskop terdekat mumpung film ini sedang ramai diputar dimana-mana).
Lepas dari salah satu potret penonton tersebut, saya teringat definisi film bagus/bermutu (meski banyak versi/definisinya), yakni film yang setelah selesai ditonton bahkan setelah penonton pulang pun, masih masih mengundang diskusi panjang dan menjadi omongan banyak kalangan yang sekarang kita kenal istilahnya menjadi viral. Hal itu menjadi tiket [baca biaya] gratis kegiatan marketing terutama jika efek gelombangnya akan membesar sendiri tanpa perlu usaha (efforts) entah dalam bentuk referal atau diskusi melalui review, forum, koran/majalah, tv dab internet dsb apalagi kemudian menjadi pijakan inspiratif sekaligus historis perjalanan waktu era teknik suatu karya film pada masanya.

Progres eksekusi strategi bisnis Film Filosofi Kopi 2
Kembali bicara tentang eksekusi strategi [komunikasi] bisnis yang dilakukan oleh tim Film Filosofi Kopi 2 saat ini menurut saya yang paling muktahir pendekatan [komunikasi] bisnis-nya dibanding dari film-film nasional sebelumnya. Termasuk saat fase dimulai penggarapan cerita film ini pun digarap dengan partisipasi konsumen (penggemar film Filosofi Kopi), termasuk dimasukkannya program satu tiket yang dibeli penonton sekaligus berkontribusi pada satu bibit yang disumbangkan pada petani kopi (bentuk engagement konsumen dalam bentuk partisipasi kegiatan pemberdayaan petani kopi sekaligus industri kopi (agrobisnis pada umumnya).
Belum lagi tahap awareness sebelum pemutaran perdana sudah di’bombardir‘ dengan film-film pendek (Filosofi Kopi 5 series, belum lagi yang di-adjust untuk para sponsor yang dekat dengan kehidupan konsumennya dan sangat menginspirasi dll).
Di sisi lain ada masukan/saran saya, seperti film nasional yang sudah-sudah, dimana geberan kegiatan promosi diawal-awal memang dirasa sangat signifikan untuk genjot jumlah penonton di hari-hari awal pemutaran film. Namun kadang melempem, saat mendapat sambutan penonton yang luar biasa via media sosial, respon penonton tersebut tidak diolah dengan baik untuk strategi consumer experience, consumer engagement atau bahan dokumentasi untuk format lain seperti buku sekaligus evaluasi dan olah data quality of experience dari konsumen yang terdokumentasi untuk keperluan masa depan. Saya pun merasakan hal ini sehingga sebagai apresiasi terhadap respon penonton seperti saya untuk film terdahulu (film lain), berinsiatif mendokumentasi respon dan apresiasi penonton terhadap suatu film dengan mengkategorikannya berdasarkan tema evaluasi atau kesan penonton seperti pada contoh dokumentasi respon penonton film di twitter.

Film tematik seperti Film Filosofi Kopi ini sudah bisa jadi platform komunikasi marketing dari kegiatan bisnis Filosofi Kopi serta pesan inspirasi lainnya termasuk memberdayakan potensi2x nusantara. Kedai Filosofi kopi pun bisa seperti ikon tempat yang dalam waktu panjang bisa menjadi artefak seumur hidup seperti suatu tempat di Tunisia yang merupakan lokasi pembuat film Star Wars (Tunisia), dan suatu daerah di Old Tucson, Arizona AS sebagai lokasi pembuatan film Wild Wild West (Old Tucson, Arizona Amerika Serikat). Jadi Kedai Filosofi Kopi juga bisa dikembangkan selain fungsi sebagai kedai kopi, juga menyambung kenangan akan film Filosofi Kopi bila dalam kurun sepuluh tahun ini akan diakhiri serialnya (tidak diproduksi lagi) entah dlm berakhir bentuk trilogi, tertralogi dll. Kemudian mungkin dalam kurun waktu dua puluh tahun setelah itu dibuat edisi film remake seperti Film Warkop DKI Reborn (2016).
Dengan mengambil setting lokasi kedai Filosofi Kopi, selain bisa jadi ikon kota (Jakarta dan Yogyakarta) kota dimana kedai Filsofi Kopi yg pertama dan yang kedua telah dibuka … bahkan sebagaia ikon Indonesia di mata penikmati film dan kopi internasional. Oleh karena itu perlu peran serta dukungan kementerian pariwisata, badan ekonomi kreatif, badan penananaman modal dan instansi pemerintah serta juga peran swastan dan masyarakat, film ini juga mengingat film seperti ini menjadi jendela potensi ekonomi kreatif industri kopi tanah air.

Penutup
Formula 448 yang saya tulis pada judul di atas hanyalah perlambangan 4+4=8 dimana angka empat pertama sebagai contoh empat pengalaman konsumen yang bisa dibuat pola strategi untuk mendapatkan pengalaman konsumen (consumer experience) dengan empat pesan inspiratif yang diterima saya sebagai konsumen dari film ini. Dan jika digabungkan menjadi suatu kesempurnaan dalam keseimbangan antara eksekusi strategi bisnis dan produk hiburan, inspirasi dan pengetahuan/wawasan dimana dilambangkan sebagai bentuk angka delapan (8) yang mendekati bentuk sangat proporsional dalam keseimbangan struktur bentuk angkanya. Dalam bahasa sederhananya keseimbangan dalam artian sangat berimbang/proposional atau dengan kata lain pas.
Pada akhirnya kalau berbicara tentang bisnis, termasuk bisnis industri film juga, bicara bisnis antar manusia, bisnis yang menyentuh hati! Maju Terus Perfilman Indonesia.

*Credit image: JM Zacharias (Gambar Bercerita by IG: @jmzacharias)

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman  di perusahaan multinasional, nasional  serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di  kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada www.jmzacharias.com .  Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Tren Teknologi Informasi dan Peluang Bisnis Tahun 2017

Perkembangan Teknologi Informasi penunjang bisnis sekaligus peluang bisnis di tahun 2017 sudah banyak dibahas di beberapa diskusi, forum atau pun artikel bisnis internasional dalam bulan terakhir sebelum berakhirnya tahun 2016. Memang tidak terlalu berbeda dengan dengan tren teknologi informasi di tahun 2016, mengingat tren teknologi baru tersebut masih dalam tahap awal implementasi (lihat artikel JM Zacharias 2016 ‘Tren Teknologi Informasi dan Peluang Bisnis Tahun 2016‘, namun yang menjadi penekanannya di tahun 2017 adanya waktu kesiapan infrastruktur yang dapat mengkolaborasikan beberapa tren tersebut yang dapat di-kustomisasi dalam menyelesaikan permasalahan sekaligus pencapaian tujuan (goal) bisnis. Memang dari beberapa tren teknologi yang sudah dimulai sebelumnya, namun ada penekanan pada tren 2017 pada Artificial Intellegence (AI), Analytics, Internet of Things (IoT) dan Big Data.

Dalam penulisan tren teknologi dan peluang bisnis tahun 2017, saya akan lebih menguraikan bagaimana tren-tren tersebut dapat dikolaborasikan berdasarkan value dari masing-masing teknologi dilengkapi dengan contoh penerapannya. Kita mulai dari sisi hulu sampai hilir, atau bisa dianologikan dibahas dalam bentuk tahapan-tahapan dari komputasi seperti I/O (InputProcessingOutPut) dalam skala besar. Untuk mempermudah, bisa diambil contoh implementasi dari tren-tren teknologi dalam skala yang besar agar mudah kita gunakan penerapannya dalam industri asuransi mobil. Penarapan dari teknologi di atas dapat membantu perusahaan asuransi mobil untuk dapat memantau dan memprediksi beberapa data yang diperoleh lewat alat pintar yang dipasang pada mobil (IoT). Data ini yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan untuk evaluasi pemberian asuransi ke depan. Mari kita break-down bagaimana tren-tren teknologi di atas dapat digunakan untuk membantu dalam lintas industri di masa mendatang, dimulai dari hilir ke hulu.

Internet of Things (IoT)

Alat-alat dalam kemasan kecil pun membuat IoT yang mempunyai kemampuan melakukan sensoring (menerima input), melakukan processing serta mengirimkan output merupakan perangkat yang ringkas sekaligus pintar mulai diimplementasikan dalam berbagai bidang baik dari sisi tracking (yang digunakan dalam tranportasi, alarm dan sensor (yang biasa digunakan untuk tujuan keamanan baik di perumahan, kantor atau kendaraan), measuring dan data statistik (untuk keperluan kesehatan, transportasi), remote machine (komunikasi untuk kendali dan monitor mesin, dan akses informasi dari jarak jauh yang bisa digunakan untuk monitor jaringan listrik, gas, rumah tangga dll dari jarak jauh, pelaporan stok vending machine seperti minuman secara real time. Seperti video berikut ini yang menunjukkan solusi komprehensif teknologi IoT mulai di rumah tangga, kendaraan dan kantor, tempat umum dll.

Big Data

Big Data merupakan teknologi yang memungkinkan mengumpulkan serta mengolah berbagai data dalam jumlah besar sekaligus. Kemampuannya menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam mengumpulkan , memilah dan memilih (grouping dan filtering) sampai kehandalannya dalam memproses dan menyajikannya dalam sistem yang komprehensif dalam mendukung kegiatan operasional dan pengambilan keputusan secara cepat. Big Data yang dikirimkan dari alat-alat di lapangan termasuk dari perangkat IoT, merupakan data input, yang kemudian dipilah dan dipilih berdasarkan tujuan dari pengolahan data. Singkatnya Big Data menjadi teknologi terdepan dalam mengintegrasikan berbagai sumber data yang ada.

Masih terkait dengan implementasi teknologi Big Data ini seperti contoh pada industri asuransi, berbadai sumber data yang bisa diintegrasikan berkat teknologi Big Data seperti data kendaraan yang ada di database satuan lalu lintas , data kondisi kendaraan saat jalan (dimonitor dan dikirim via alat IoT yang dipasang di mobil), data diri pemegang polis asuransi yang ada di database perusahaan asuransi. Tentunya semakin lengkap data-data yang terkait dan dibutuhkan dalam pengambilan eputusan seperti evaluasi saat muncul klaim asuransi kecelakaan atau evaluasi perpanjangan asuransi. Parameter data yang penting yang bisa digunakan untuk evaluasi asuransi di masa mendatang seperti rekamanan pola berkendaraan, seperti kecepatan, percepatan/perlambatan (perubahan kecepatan mobil dalam satuan waktu (detik atau menit), termasuk dari data sensoring terhadap suhu mesin, data jarak antar mobil dalam kecepatan tinggi yg sangat beresiko sepert ini. Implementasi ini, selain sangat bermanfaat sebagaiamana contoh di atas untuk keperluan asuransi, tentu bisa diguna pada lingkup bisnis lain seperti pada industri perbankan kartu kredit dalam menganalisa transaksi dan rekam jejak transaksi serta pembayaran nasabah. Di sisi lain Big Data dapat diimplementasikan pada lintas industri seperti contoh video berikut ini Big Data pada industri retail yang meningkatkan tingkat customer experience (tingkat pengalaman pelanggan)

Analytics dan Artificial Intelligence (AI)

Setelah sisi input data dapat dibantu dengan teknologi IoT dan Big Data, tahapan penting berikutnya adalah teknologinya analytics-nya. Jika sebelumnya untuk analisa data, campur tangan manusia dalam analisa cukup besar. Namun seiring dengan digitalisasi di segala aspek, untuk analisa pun dapat dilakukan dengan aplikasi Analytics dengan keunggulan dalam analisa banyak data (dalam jumlah besar sekalipun) serta diproses dalam jangka waktu singkat, serta autonomous (bekerja otomotasi tanpa campur tangan manusia). Selain keunggulan analytics dari sisi analisa berdasarkan data yang ada, dilengkapi juga dengan teknologi Artificial Intelligence.

Artificial Intelligence, yang merupakan teknologi berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan mengadopsi metode kecerdasan otak manusia yang mampu melakukan prediksi untuk hal-hal yang kemungkinan terjadi. Kemampuan otak kita akan semakin meningkat seiring semakin banyak input baru yang masuk ke otak kemudian saling berkorelasi dengan input relevan sebelumnya. Semakin intensif otak bekerja, semakin kompleks hal yang bisa dipecahkan otak, semakin meningkat kemampuan otak. Hal ini juga berlaku pada Artificial Intelligence, apalagi teknologi IoT, Big Data, Analytics memberikan data input AI semakin maju dan komprehensif.Masih sehubungan contoh solusi pada industri asuransi, penerapan Artificial Intelligence dengan bantuan data input dari IoT, Analytics, Big Data sehingga memungkian Artificial Intelligence untuk memprediksi pola berkendara, pola klaim kecelakaan, transaksi pembayaran di mendatang.

Melihat perkembangannya Artificial Intelligence dan dampak yang ditimbulkannya, menarik mencermati adanya kekekhawatiran Artificial Intelligence mengambil porsi white chollar worker (pekerja krah putih) seperti berita yang cukup mengangetkan di awal 2017, ada lebih dari 30 karyawan sebuah perusahaan asuransi di Jepang di-PHK dan perannya digantikan oleh Artificial Inteligence analis keuangan dsb.

Pada dekade sebelumnya fungsi otomasi robot lah yang ‘menggantikan’ peran operator pabrik AI ambil alih porsi blue collar (pekerja’krah’biru) di pabrik dgn otomasi robot. Kembali pada kekhawatiran Artificial Intelligence mengambil alih peran kaum pekerja profesional (pekerja kantor) seperti analis dll juga contoh sebelumnya di atas. Bagi saya, kita perlu melihat dalam perspektif yang lebih luas yakni Artificial Intelligence dengan kemampuannya menyelesaikan masalah komplek dalam waktu lebih singkat, itu didukung dengan hal atau data teknis, dalam hal ini yg terkait dengan data-data yang diperlukan sebagai input saja, kemudian diproses, berprikir, memprediksi pola, gejala, tren yang bisa membantu dalam memberi pandangan masa depan (insight) terkait juga permasalahan-permasalahannya.

Namun penerapannya, tidak serta merta 100 persen bisa diterapkan dan menggantikan peran manusia (otak manusia). Terlebih jika kita melihat dalam penerapannya untuk mengikutsertakan intuisi yang berkaitan dengan hal yang sangat dipengaruhi oleh subyektifitas misal segala sesuatu berkaitan dengan pengalaman dan nilai-nilai kultur yang beragam berikut dengan latar belakang yang berbeda-beda, latar belakang pendidikan yg menjadi latar belakang pendekatan intuisinya. Misal dalam rekrutmen tidak melulu berkiatan teknis, namun aspek intuisi rekcuiter juga mainkan perannan penting. Intuisi makin diasah karena jam terbang/pengalaman seseorang hadapi atau memimpin berbagai latar belakang anak buah dsb. Dimana subyektifitas atau kadar bobot intuitas masing2x orang berbeda (tidak seragam, setiap manusia alias beragam lain hal nya dengan mesin atau robot).Berikut ini video contoh lain penerapan Artificial Inteligence pada gerai tanpa kasir Amazon Go

Teknologi Lain

Teknologi lain yang meski tidak benar-benar baru namun implementasinya terus berkembang untuk diadopsi terutama dalam bisnis di tahah air seperti:

Cloud Computing
Cloud Computing memberi opsi baru model bisnis dalam memanfaatkan aplikasi/perangkat lunak dalam bentuk penyewaan suatu layanan (service) tanpa harus memasukannya komponen biaya dalam struktur biaya modal (capex). Yang artinya kita tidak perlu memiliki peralatan atau aplikasi yang secara fisik harus tersedia di kantor, sepanjang dapat menggunakannya dalam bentuk menyewa layanan cloud computing dalam jaringan dengan penyedia jasa. Dengan kemajuan teknologi ini memungkinkan implementasinya mendukung berkembangknya model bisnis era Sharing Economy.

3D Printing
Khusus untuk cetak 3 dimensi ini, adopsi teknologi perangkat cetak 3 dimensi (portable 3D-printer) mulai masuk di Indonesia sejak tahun 2016. Jika mesin uap yang menjadi motor revolusi industri untuk menghasikan produk massal, saya mengilustrasikan peran Portable 3D Printer ini menjadi motor revolusi industri kustomisasi yang dapat dilaksanakan siapa saja dengan pemodalan tidak sebesar modal pabrik seperti pengadaan mesin. Dalam implementasinya bisa dalam bermacam tujauan, mulai dari menghasilkan produk dalam bentuk cetakan 3 D, serta juga telah menjadi solusi astronot diluar angkasa saat membutuhkan perkakas dengan printer di stasiun ruang angkasa dengan bantuan contoh model alat yang tersedia di bumi. Contoh lainnya desain kue (cake) dalam bentuk yang rumit sekalipun yang dihasikan tanpa batasan jumlah minimum dengan portable 3D printer. Hal ini lah yang membuka pintu berkembangnya bisnis kustomisasi cetak 3 dimensi ini dalam jumlah satu-an sekalipun. Sebuah lompatan besar, setelah satu abad kejayaan revolusi industri dengan keterbatasan kustomisasi serta jumlah produk pun harus diproduksi secara massal untuk mencapai efisiensi keekonomiaannya. Berikut contoh 3D Printing yang mampu mengerjakan prototipe replika manusia dalam bentuk icon figure

Augmented Reality
Teknologi Augmented Reality yang merupakan terobosan dibanding pendahulunya Virtual Reality, dimana tidak saja menghasilkan pandangan 3 Dimensi, namun juga menyediakan data visual yang lebih terintigrasikan. Adaopsi teknologi ini dapat dimanfaatkan seperti visual guide (tourism), visual training termasuk pada industri hiburan dsb seperti yang bisa kita lihat pada video di bawah ini

Biometric
Biometric telah lama dikenal sebagai indentitas yang unik dari manusia seperti retina mata, finger print, suara, bentuk wajah. Pemanfaatanya sebelumnya hanya untuk pencocokan indentitas pelaku kejahatan atau korban kecelakaan dengan identitas elektronik finger print yang tersimpan di basis data (database). Namun dalam perkembangannya implementasi dapat dimanfaatkan pada identifikasi wajah (face recognition) diantara kerumunan massa, dan juga indentifikasi customer saat masuk ke toko retail yang terhubung dengan database yang menampilkan preferensi belanja customer tersebut sehingga bisa cepat dibantu berkaitan preferensi belanjanya sebagaimana yang ditunjukan pada video di bawah ini

Konversi Energi
Isu lingkungan terus menjadi isu sentral ditengah bumi terus hadapai perusakan hutan, penggunaan energi tidak ramah lingkungan. Penggunaan daur ulang menjadi bahan produk merupakan solusi yang telah lama dan menjadi penggerak bisnis. Di lain pihak bisnis yang meletakan platform operasional bisnisnya yang mendukung ramah lingkungan yang sedang in dan terus berkembang berkaitan dengan segala hal dari lini bisnis yang menghadirkan solusi lingkungan. Salah satunya mengurangi penggunaan energi tak terbarukan dengan energi terbarukan (Renewable Energy) dengan menghasilkan bisnis yang menghasilkan solusi penyuplai listrik dengan energi matahari, energi angin, geothermal. Namun jika ini sudah lazim untuk solusi dalam jumlah energi skalan besar (customer besar). Pada tahun 2017, solusi penyedian energi terbarukan ini menyasar pelanggan skala kecil (rumah tangga/perorangan) dengan model bisnis power grid untuk perumahan seperti terlihat pada video bawah ini.

Mobil listrik dan Mobil Tanpa Pengemudi (Driverless Car)
Kalau pada dekade sebelumnya robot sebagai perangkat serba otomatis membantu dan juga ‘mengganti’ sumber daya manusia di beberapa jalur produksi industri manufaktur. Kemudian diikuti anjungan mandiri (tanpa awak) yang melayani konsumen seperti ATM, Anjungan Mandiri untuk menjual produk seperti minuman dalam kemasan (Vending Machine), kemudian pada tahun-tahun mendatang akan terus diramiakan kesiapan teknologi dan infrastruktur dari mobil listrik dan juga mobil tanpa pengemudi. Tesla mempelopori mobil listrik dan terus memimpin era mobil listrik, dimana sebelumya Toyota telah meluncurkan mobil hybrid sebagai jembatan menmuju ke transportasi masal berbasis energi listrik.

Google dan beberapa vendor mobil baik Tesla, Mercedes, Honda, Hyundai bahkan Aple, Uber dan Baidu pun turut serta menggarap mobil tanpa pengemudi yang terus diujicoba dan masih belum menunjukkan titik cerah sebagai solusi kendaraan masal masa depan. Namun setidaknya pengembangan kendaraan tanpa pengemudi massal ini tetap berrguna dalam pemanfaatan operasional pada medan yang khusus, berbahaya, jauh atau sulit dijangkau manusia serta seperti bandara, di daerah perang (penjinak ranjau, combat vehicle, alat pendeteksi dan penjinak ranjau), kenderaan misi di planet Mars dll. Berikut ini contoh gambaran uji coba mobil tanpa pengemudi dengan penjelasan proses kerjanya

Kembali melihat tren perkembangan teknologi yang membantu bisnis berikut peluang-peluangnya, kita juga harus melihat ada dua hal yang kadang tidak terlalu diperhatikan oleh pelaku bisnis baik provider dan consumernya seperti:

Pertama, perkembangan alat pembayaran dan yang tidak kalah pentingnya faktor security transaksi bisnis dalam arti yang lebih luas. Jika bicara bisnis tidak lepas dari alat pembayaran, dimana di saat perkembangan pesat teknologi problemnya solusi pembayaran tidak dalam satu protokol … alat pembayaran online terus dikembangkan ke dalam beragam opsi alat pembayaran online, mulainya agak lebih dalam satu platform yang diterima luas seperti PayPal, BitCoin namun kemudian ekositem eCommerce pun kembangkan alat pembayaran khusus yang menyatu dengan platform yang ada seperti Apple Pay, Ali Pay dll.

Kedua yang menjadi konsern adalah keamanan dalam bertransaksi. Dalam hal ini pertumbuhan transaksi bisnis pribadi akhir-akhir ini. Tidak pelak, perhatian ini berkaitan dengan keamanan bertransaksi beserta ekses yang dapat ditimbulkan pun bisa menjadi domain bisnis security yang sebelumnya menjadi domain klien enterprise untuk kemudian menawarkan peluang klien pribadi yang concern dengan keamanan dalam bertransaksi seperti figur publik dll, yang bisa menjadi peluang bisnis seperti bisnis konsultasi dan jasa dukungan sekuriti online.

Dengan melihat perkembangan teknologi di tahun 2017 dengan cermat diharapkan membantu dalam melihat potensi teknologi masa depan tersebut dalam kaitannya untuk menunjang bisnis atau bahkan memulai unit bisnis baru dengan opsi-opsi teknologi yang tepat.

*image credit: zirconicusso,freedigitalphotos.net

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman  di perusahaan multinasional, nasional  serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di  kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada www.jmzacharias.com .  Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Menjaga Asa Duta Bangsa

Perhelatan Formula 1 memasuki pertengahan musim 2016, konsolidasi terus dilakukan oleh para pembalap setelah menjalani seri-seri awal tahun seperti penyesuaian mesin baru berikut strateginya. Tidak terkecuali pembalap debutan tanah air Rio Haryanto dan yang membedakan dengan pembalap lain, tim manajemen Rio terus berjuang sampai awal Juni ini melunasi komitmen sisa pembayaran separuh dari total 15 juta Euro. Dan jika sisa pembayaran tidak dilakukan maka Rio hanya menjalani separuh musim F1 2016. Tidak sedikit langkah tim manajemen mencari dukungan dan sponsor melalui pemerintah, masyarakat dan pelaku bisnis. Partisipasi dukungan yang diterima pun tidak sedikit, namun Formula 1 tetap lah Formula 1, olah raga mahal seantero jagat, namun memberi kontribusi yang sepadan. Berpartisipasi pada ajang lomba ini, tidak hanya bermodal kemampuan teknis saja, namun diperlukan komitmen mempertaruhkan banyak hal terutama saat perintisan keikutsertaannya. Sudah pasti keluar modal banyak untuk tampil dalam ajang balapan mobil elit ini sebelum menjadikannya model bisnis jangka panjang sang pembalap.
Lalu bagaimana sikap Manor Racing sejauh ini. Sejak pertengahan Mei Manor mulai mempublikasikan Alexander Rossi (reserve driver Manor Racing) pada lini masanya, saat pembalap 24 tahun tersebut memenangkan balapan Indianapolis 500 di Amerika akhir Mei lalu. Apakah ini juga merupakan sinyal tekanan berkaitan tenggat pembayaran komitmen ini?
Tantangan yang tidak ringan ini, bukan hanya tugas tim manajemen Rio. Kita pun terpanggil berpartisipasi, platform CrowdFunding KitaBisa.Com terus menggalang dana, penggalangan dana swadaya lainnya, peran pemerintah (kementerian terkait), BUMN seperti dukungan sponsor Pertamina, peran operator telekomuikasi tanah air juga efektif menggalang dana dalam bentuk sumbangan pulsa. Kita pun perlu belajar bagaimana pihak/negara lain pernah melakukan yang sama.

Rio Haryanto Makes F1 History For Indonesia [sumber: tautan youtube FORMULA 1 ]

Positioning dan Momentum
Melihat positioning dari kacamata bisnis, sosok Rio Haryanto sendiri tidak hanya ‘menjual’ buat market Indonesia, namun juga dapat dimaksimalkan lagi mengingat profil unik Rio Haryanto yang tidak hanya merepresentasikan Indonesia saja, namun Asia dan kawasan Timur Tengah. Profilnya pun representatif sebagai figur kawula muda Asia serta tidak dipungkiri Rio yang juga pembalap muslim pada ajang F1 ini, bisa menjadi magnet penggemar F1 dari Timur Tengah yang mayoritas penduduknya muslim dan negara lainnya. Positioning Rio di atas, berpotensi untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama pelaku bisnis lintas negara ini dapat difasilitasi pemerintah kita lewat kantor perwakilan KBRI/KJRI terkait. Mengingat pada awal pemerintahan Jokowi pun telah menekankan pentingnya diplomat kita juga menjalankan tugas sebagai marketer untuk segala potensi Indonesia.

Keikutsertaan Rio Haryanto dalam Formula 1, membuat semakin banyak publik dalam negeri dan juga semakin intens mengikuti F1 dan Rio pun perlahan menuju figur publik international. Pada beberapa seri F1, fansnya yang tidak hanya dari Indonesia saja mengantri berfoto dan tanda tanganya. Dengan realitas seperti ini, kita harus melihat Rio sebagai sosok yang terus berproses secara proposional. Sama seperti pembalap lainnya, Rio sudah pada jalur yang tepat berproses untuk mencetak prestasi dan menjadi domain internasional yang tentu tidak lepas dari dukungan dari banyak pihak (sponsor). Pada konteks inilah, kita juga butuh dukungan dana sponsor luar negeri juga, momentum saat ini bisa dimanfaatkan dengan repositioning Rio yang juga sebagai Pembalap Asia diajang F1 ini. Pendekatan ini bukan mengaburkan identitas kebangsaannya. Toh melihat figur Rio, publik internasional tahu kalau Rio Haryanto merupakan pembalap pertama Indonesia menorehkan sejarah dalam keikutertaanya dalam Formula 1.

Dukungan sponsor dari manca negara dan dalam negeri bisa dalam bentuk branding berbagai produk. Khusus untuk pengusaha nasional, ini saatnya berkontribusi untuk manfaatkan momentum kesempatan keikutsertaan Rio sebagai duta bangsa di F1. Jika secara kalkulasi bisnis atau nilai anggaran ‘tidak masuk’. Coba lakukan inovasi kerjasama lintas asosiasi pengusaha nasional untuk penggalangan dukungan sponsor. Beberapa produk iklan telah aktif memanfaatkan profil Rio dalam kampanye marketingnya dan tentu juga itu sekalian berkontribusi penting bagi keikutsertaan di Formula1. Jika pihak sponsor lain belum berperan serta karena masih menunggu ‘buah prestasi’ Rio di F1. Perlu diingat, ini Formula 1, untuk masuk ke jajaran ke 23 pembalap F1 pun butuh prestasi dan proses panjang. Sisihkan pola pikir instan bahwa begitu memulai debut di F1 langsung menyodok prestasi di F1. Itu butuh proses, paling tidak beri dukungan agar Rio berkesempatan berkompetisi penuh satu musim F1 2016 ini. Kalau pun ada alasan lain berkaitan, kendala jarak dan waktu dalam rangka kampanye iklan, bukanlah peran serta teknologi akan membantu mengatasi problem tersebut. Simak saja bagaimana contoh pembuatan iklan tvc dengan setting lokasi berbagai negara yang harus dilakoni Lionel Messi yang berdomisili di Barcelona dan Didier Drogba di London pada behind the scene iklan tvc suatu maskapai penerbangan internasional Drogba vs. Messi #EpicFood: Behind the Scenes.

Lepas dari usaha dukungan sponsor di atas jika tidak bisa, setidaknya masih ada peran lain dari pengusaha nasional, yakni berpartisipasi dalam melakukan donasi secara personal dan jika itu dilakukan secara kolektif hasilnya pun akan signifikan.
Di sisi lain bagi pemerintah, momentum ini dapat digunakan untuk memanfaatkan potensi iklan F1 ini untuk kepentingan investasi dan pariwisata Indonesia yang merupakan langkah yang tidak saja strategis namun kritikal. Mengapa demikian? Karena akan lain cerita kalau potensi prestasi anak bangsa ini dimanfaatkan oleh negara lain untuk kepentingan marketing negera tersebut.

Akan kah langkah Rio Haryanto terhenti pada tengah musim F1 2016 ini atau menyelesaikan sampai akhir? Kembali pada partisapasi kita dalam membantu kiprah putra terbaik bangsa ini. Do the best but prepare for the worst. Ayo Kita Bisa. Semangat Rio!

*image credit: J.M. Zacharias

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman  di perusahaan multinasional dan nasional pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di  kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada www.jmzacharias.com .  Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Tren Teknologi Tahun 2016 & Peluang Bisnis

Dalam hitungan beberapa jam lagi, kita akan memasuki tahun baru 2016. Jika beberapa tahun sebelumnya saya merilis artikel edisi akhir tahun dengan review beberapa perusahaan di Indonesia dengan produk dan pelayanan yang menonjol. Kali ini, saya mencoba menemani sesaat sebelum memasuki tahun baru dengan artikel dengan angle penulisan yang berbeda yakni tren bisnis online, tren teknologi yang akan booming di tahun mendatang beserta beberapa perhatian yg relevan terkait dengan kesiapan sumber daya (ketrampilan) berikut strategi implementasinya. Kalau pun tidak langsung booming di tahun 2016, sebagai pelaku bisnis mempersiapkan strategi dan langkah bisnis berikut produk jangka panjang pun merupakan bagian yang strategis yang bisa dilakukan pada tahun 2016.

Bidang Penyangga Bisnis Online

Dalam gambaran makro, frame bisnis online masih belum bergeser dari  penyangga bisnis online yang meliputi layananan:

– Jasa Jual Beli Produk (eCommerce),

– Solusi Pembayaran &

– Pengiriman Uang   (remittance), 

– Sistem Distribusi & Warehousing, 

– Pengelolaan Data Online

– Content Management.

Peran Teknologi

Peran teknologi memberi peluang dinamisasi bisnis seperti diversifikasi produk dan market serta peluang value creation diikuti model bisnis baru. Perkembangan teknologi yang cukup hangat dan berprospek mulai dari:

  • – Cloud Computing
  • – Big Data
  • – Portable 3D Printer
  • – Internet of Thing (IoT)
  • – Biometric
  • – Konversi Energi

 

Cloud Computing

Peran perkembangan teknologi informasi yang pesat mendukung diverfikasi dari bisnis online, seperti kelanjutan teknologi cloud computing  yang saat ini sudah mulai dimanfaatkan oleh UKM. Ke depan mulai 2016 adaptasi pemanfaat teknologi komputasi awan ini, akan semakin menjadi solusi pada tingkat end-user (konsumen perorangan). Dengan pergeseran mind-set pemanfaatan teknologi awan implementasi secara luas sampai pada konsumen perorangan, dapat memberi dampak bagi arah pengembangan produk yang menjadi efisien. Dalam benak saya, jika teknologi komputasi awan ini telah menjadi bagian hidup dari konsumen, pengembangan piranti kecil berupa gadget bentuknya bisa menjadi lebih compact (ringkas), mungkin hanya lebih mengandalkan fungsi input output (I/O), memori RAM/ROM tidak terlalu besar, koneksi internet dengan mengandalkan pemprosesan (kemampuan) yang cepat  dan penyimpanan yang besar yang disediakan terpusat oleh teknologi komputasi awan. Tidak saja berimplikasi positif bagi penggunaan komponen yang lebih efisien, namun juga memberi opsi baru model bisnis dalam memanfaatkan applikasi/perangkat lunak dalam bentuk penyewaan (membership) tanpa harus memasukannya dalam struktur biaya modal (capex).

Big Data

Meski Big Data implementasinya telah dimulai pada tahun-tahun sebelumnya, namun dengan meningkatnya kompleksitas dan skalabilitas konsumen, kemampuan teknologi Big Data menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam mengumpulkan , memilah dan memilih (grouping dan filtering) sampai kehandalannya dalam memproses dan menyajikannya dalam sistem yang komprehensif dalam mendukung kegiatan operasional dan pengambilan keputusan secara cepat. Persinggungan (interseksi) antara kemampuan dan permintaan (demand), membuat implementasi dari teknologi ini dapat diadopsi secara luas. Dengan permintaan yang besar, diharapkan struktur harga produk dari teknologi ini menjadi lebih ekonomis.

3D Printing

Khusus untuk cetak 3 dimensi ini, adopsi teknologi perangkat cetak 3 dimensi (portable 3D-printer) akan terserap lebih banyak tahun 2016. Jika mesin uap yang menjadi motor revolusi industri untuk menghasikan produk massal, saya mengilustrasikan peran Portable 3D Printer ini menjadi motor revolusi industri kustomisasi yang dapat dilaksanakan siapa saja dengan pemodalan tidak sebesar modal pabrik seperti pengadaan mesin. Dalam implementasinya bisa dalam bermacam tujauan, mulai dari menghasilkan produk dalam bentuk cetakan 3 D, desain kue (cake) dalam bentuk yang rumit sekalipun yang dihasikan tanpa batasan jumlah minimum dengan portable 3D printer. Hal ini lah yang membuka pintu berkembangnya bisnis kustomisasi cetak 3 dimensi ini dalam jumlah satu-an sekalipun. Sebuah lompatan besar, setelah satu abad kejayaan revolusi industri dengan keterbatasan kustomisasi serta  jumlah produk pun harus diproduksi secara massal untuk mencapai efisiensi keekonomiaannya.

Konvergensi Teknologi

Teknologi lainnya yang terus dikembangkan untuk diterapkan pada produk massal, bisa berdiri sendiri dan konvergensi penerapannya dalam suatu produk unggulan seperti teknologi kendaraan otomatis (contoh self-driving car/kendaraan tanpa awak sebagai alat transport di pabrik/gudang atau di daerah ekstrim/area perang ladang ranjau), Internet-of-Thing (contoh sistem sensor, pengukuran dan komunikasi internet pada  mobil pintar), big data (mengumpulkan dan memproses data secara komprehensi dan terpusat pada mobil pintar),biometric (contoh fitur biometric retina/sidik jari/face recognition sebagai autentifikasi untuk fungsi security pada mobil) serta konversi energi (seperti mobil listrik).

Perkembangan Infrastruktur Teknologi Infromasi

Perkembangan teknologi  IP yang merupakan platform terbuka dengan kecepatan pita lebar (broadband) membuka implementasi tren teknologi yang ada. Saya ambil contoh sederhana, sebelum implementasi teknologi pita lebar sampai di konsumen, perkembangan bisnis Youtube belum menunjukkan prospek bisnis. Saat ini, tujuan strategi bisnis yang diterpakan adalah menjaga dan meningkatkan customer base-nya. Begitu secara infrastruktur siap dimulai dari perkembangan teknologi nirkabel 3G, HSDPA sampai teknologi 4G, booming video streaming berikut peluang model bisnis yang bisa dikembangkan mengingat demand konsumen terhadap layanan yang tinggi.

Arah Perkembangan Teknologi (Pengembangan Ketrampilan & Strategi Bisnis)

Dengan memahami kemana arah tren teknologi yang pemanfaatannya dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing bisnis serta membantu dalam perumusan strategi jangka panjang, termasuk penyiapan kemampuan sumber dayanya.

Beberapa ketrampilan yang mempunyai prospek cerah di tahun 2016 seiring dengan perkembangan teknologi dan bisnis online:

  • – Desain (desain produk, grafis dan multimedia)
  • – Science Marketing (SEO)
  • – Pemograman Aplikasi
  • – Online Security

Melihat prospek bisnis berikut teknologi yang digunakan, perkembangannya akan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Jika secara cermat dapat memetakan kebutuhan dan ketersediaan SDM berikut keberlanjutannya, tidak saja penting bagi pimpinan/pemilik bisnis, namun juga bagi profesional untuk meningkatkan kompetensinya dalam meningkatkan keunggulan kompetitif. Terlebih di dalam persaingan yang menjadi lebih terbuka, mulai esok hari 1 Januarti 2016 terbukanya pasar ASEAN Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selamat Tahun Baru  Januari 2016

*image credit: jackthumm,freedigitalphotos.net

Image: jackthumm-freedigitalphotos.net

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman  di perusahaan multinasional,nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di  kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada www.jmzacharias.com .  Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

 

 

 

Byjmzachariascom

Strategi marketing : Gimmick

Pernah kah Anda karena tertarik dengan hadiah langsungnya, kemudian memutuskan membeli produk terkait saat itu juga? Jika ya, Anda tidak sendiri. Inilah buah kerja kelas tim produk marketing dalam melakukan bundling secara menarik. Tidak saja menarik, namun tepat membidik target marketnya, seperti apa, keinginannya apa, bagaimana aktifitasnya, kesehariannya, kebutuhannya dan sebagainya. Tidak saja itu, selain membidik target marketnya, bisa saja yang bukan konsumen setianya, tertarik membeli karena ada kebutuhan yang bisa dipenuhi dari hadiah langsung tersebut. Setidaknya itu yang saya rasakan sewaktu memasuki minimarket di sebuah stasiun besar di Shinagawa kawasan central kota Tokyo.
Dengan perlengkapan selama business trip untuk seminggu, tentu saja saya tidak perlu membeli sabun pembersih muka lagi di sebuah mini market ibukota Jepang tersebut. Namun nyatanya, saya membeli sabun cuci muka Biore [produksi KAO Jepang] sama persis brand-nya dengan sabun cuci muka yang saya bawa dari Indonesia [produksi KAO Indonesia]. Produknya sama, namun di Tokyo ini dikemas dengan gimmick menarik, sebuah kotak kecil menarik berisi sabun pembersih muka, lengkap dengan handuk kecil. Benar, kemasan kotak plastik yang handy itulah yang menarik hati saya, salah satunya untuk nantinya digunakan sebagai kotak kecil tempat menyimpan mulai dari flashdisk, memory card, charger dll secara ringkas dan aman,sebagaimana yang terlihat di gambar di bawah ini. Pertama kali hanya beli 1 kotak (coba-coba), ternyata sampai di Indonesia kotak tersebut bermanfaat, sampai akhirnya trip ke 3 kalinya Jakarta-Tokyo pp akhirnya 3 kotak tersebut menjadi teman setia sampai saat ini.

KotakSebaguna

Pengalaman beberapa tahun silam itu kembali terulang, bulan Juli lalu saat mata menyapu di sekitar rak minuman dalam kemasan botol Pocari Sweat dengan gimmcik hadiah langsung tas handy yang menyimpan minuman botol dalam jumlah banyak (8 botol), didapat dengan membeli 8 botol ukuran 350 ml. Dengan tampilan tas yang menarik tersebut, bayangan terlintas tas handy tersebut nantinya dapat digunakan untuk aktifitas olaharaga outdoor seperti untuk menyimpan baju ganti, handuk dan minuman ringan serta sebagai tas untuk menaruh peralatan setelah mandi seperti tempat untuk menyimpan body spray, minyak rambut, pasta gigi saat traveling.

RakTasPocari

Berhubung saya sudah memiliki tas handy untuk fungsi aktifitas sejenis, sempat berpikir untuk mengurungkan niat tersebut. Namun, harga 8×350 ml termasuk hadiah langsung cukup menggoda lantaran untuk konsumen loyal minuman brand tersebut, dengan hadiah langsung tas handy, harga yang dipatok tidak berbeda jauh dengan harga satuan, setidaknya value proporsition-nya menarik. Pikiran langsung kreatif mencari kebutuhan untuk penggunaan apa lagi yang kira-kira saya butuhkan. A-ha, dalam 2 menit saya berpikir, saya sudah menemukan alasan mengapa saya harus membeli paket minuman ini. Tas handy tersebut akan saya gunakan untuk menyimpan beberapa buku yang akan saya bawa sekaligus saat saya perlukan di suatu tempat. Lihat penampakkanya di gambar berikut:

Kolase_TasHandy

Dari beberapa pengalaman di atas berkaitan dengan gimmick yang sukses menarik konsumen untuk membeli, berikut 3 poin yang bisa dipetik sebagai pelajaran.:

1. Reposisi. Dalam hal ini memposisikan kembali perhatian gimmick kembali pada peran dan fungsinya, bahwa gimmick, bukan pelengkap dalam penjualan produk yang terkadang dalam konsep sampai eksekusinya dilakukan sekedarnya (cenderung sebagai pelangkap penjualan). Namun gimmick harus berperan sebagai pendorong (men-drive) impuls konsumen untuk membeli.

2. Value proposition. Dalam hal ini, jika Anda memberikan gimmick menarik namun menambahkan beban terlalu banyak pada sisi komponen harga sehingga membuat harga jual tidak rasional, forget it! Kita harus sadari kontribusi gimmick seperti poin pertama, untuk mendorong pembelian, bukan jadi faktor yang mengganggu strategi penjualan. Sekalipun akhirnya berkontribusi pada kenaikan harga jual produk, namun jika masih tetap kompetitif (harga kompetitif) tetap menjadi opsi menarik untuk mendapatkannya sebagai gimmick pada paket promo dibandingkan membelinya secara terpisah. Tentu lain cerita dengan perkecualian seperti gimmick yang ditawarkan merupakan limited edition dan mendapat ‘subsidi’ dari program sales marketing pada periode tertentu, karena berbagai pertimbangan pengadaan gimmick ini menambah beban cost dan tidak dimasukan ke struktur harga,dengan pertimbangan untuk tujuan jangka menengah misalnya, cost ini akan terbayarkan dengan capaian dari indikator lainnya seperti akusisi pelanggan, peningkatan customer experiece (QoE) yang pada akhirnya mempengaruhi hubungan customer dalam bentuk loyalty (quality of engagement-nya). Dalam hal ini, riset terhadap ketertarikan khusus konsumen pada gimmick tersebut juga menjadi proses yang strategis.

3. Eksplorasi. Perlunya menggali potensi-potensi manfaat dari gimmick beserta relasinya terhadap kehidupan target market yang dibidik. Seperti kisah di atas. Bisa jadi tas handy gimmick dari brand minuman contoh di atas dirancang untuk tempat penyimpan pernak-pernik dalam kegiatan outdoor dalam hal ini minuman brand tsb diasosiakan sebagai penunjang kegiatan outdoor. Namun khusus seperti case saya, dimana saya sudah memiliki tas handy sejenis yang dimaksud, memperluas ruang lingkup potensi/kegunaan dari tas handy tersebut sangat-sangat membantu khusus bagi konsumen yang sudah mempunya gimmick seperti tas tadi dengan dengan fungsi sejenis, salah satunya untuk membuka horison lain penggunaannya untuk keperluan yang lain seperti tas handy untuk tempat menyimpan beberapa buku yang dapat dibawa sekaligus.

Pada akhirnya prinsip gimmick sama seperti prinsip memberi hadiah pada seseorang yang bersifat personal, dengan menganalisa seberapa jauh manfaatnya yang mendekati kebutuhan penerima, hal tersebut tidak saja makin baik bagi si pemberi, namun [sisi yang paling penting] membuat si penerima senang. Tidak hanya dari sisi manfaat, untuk gimmick yang akan digunakan dalam kegiatan sehari-hari, pesan visual dari warna, logo dan tekstual tag-line beserta pesan brand hendaknya didesain dengan cermat. Dengan demikian pesan visual tersebut menjadi mudah untuk secara kontinyu terekpose ke pikiran alam bawah sadar (subconscious mind). Pada akhirnya dampaknya positif pada brand awareness terjaga, loyalti pelanggan terbina, customer enggagement semakin baik dan menunjang program dan strategi sales marketing ke depan. Dengan demikian, bukan tidak mungkin hasilnya besar diperoleh dengan budget yang ekonimis (seefisien mungkin) sekalipun, jika dalam perencanaan, eksekusi dan tindakan yang cermat dan tepat.

*Keterangan foto artikel di atas: JM Zacharias

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman  di perusahaan multinasional dan nasional pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di  kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada www.jmzacharias.com .  Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.