Category Archive All Articles

Byjmzachariascom

Momentum produk berikut dampaknya

Berbicara mengenai kecepatan dan momentum , jadi teringat pengalaman dulu saat masih terlibat dalam pengembangan produk ponsel Siemens Mobile. Sekitar bulan Juli 2003, kami sudah melakukan beberapa testing beberapa unit test sample ponsel SX1 (ponsel digadang-gadang menjadi unggulan di kelas smartphone yang akan dilaunch saat itu, setelah kesuksesan kakaknya ponsel dengan pena sentuh SL45 ).

Target rilis SX1 sekitar awal tahun 2004, namun terjadi penjadwalan ulang dalam waktu tidak ditentukan. Pada saat yang bersamaan, Febuari 2004 kompetitor Nokia merilis versi smartphone mereka Nokia 6600 yang bermain di kelas yang sama dengan ponsel Siemens SX1 . Kehadirannya sebagai smartphone pertama mendapat sambuatan luar biasa.

Sudah bisa ditebak, apa efek yang ditimbulkannya dengan momentum ini khususnya di pasar ponsel saat itu, tentu saja ponsel Nokia 6600 meraup porsi besar kue pasar ponsel smartphone saat itu, disaat vendor-vendor lain belum secara resmi meluncurkan ponsel-ponsel sekelasnya.

Lalu apa efek domino selanjutnya? Begini, saat ponsel SX1 diluncurkan beberapa bulan kemudian, dengan bandrol 4,3 juta rupiah per unit. Mau tidak mau berhadapan ponsel Nokia 6600 yang sudah kuat pijakannya di pasar dan sisi pelanggan (top of mind) dengan harga yang sudah beberapa kali turun menjadi 3,6 juta rupiah per unitnya. Disparitas harga yang cukup besar menjadi faktor dominan di pasar domestik terhadap perang produk di pasar disamping kualitas serta faktor-faktor lainnya.

Belajar dari pengalaman tersebut di atas, faktor kecepatan memang merupakan faktor berkontribusi signifikan, namun pada artikel ini menitikberatkan faktor momentum yang juga  penting dalam bisnis. Mempersiapkan produk yang baik dengan melakukan segala sesuatu dengan cepat itu baik, namun itu belum cukup ! Pertanyaan yang muncul : Apakah produk tersebut diluncurkan pada  saat yang tepat ? Di sinilah momentum memainkan perananan penting.

Faktor kecepatan ini harus bersinergi dengan Momentum! Lebih tepatnya bagiamana bisa mengatur kecepatan dengan peka melihat momentum yang tepat. Bahasa sederhananya dengan melihat timing yang tepat. Memang tidak mudah juga tidak sulit  untuk menentukan momentum yang tepat lewat proses pengalaman, kepekaan terhadap momentum itu menjadi terasah.

Momentum itu sendiri merupakan variabel penting yang ikut menentukan :

– Apakah suatu proses harus dipercepat ?
– atau diperlambat ?
– atau sudah tepat waktu ?

Kecepatan itu penting, demikian juga ketepatan waktu (momentum) merupakan faktor strategis yang harus dimiliki dan diasah kemamampuannya oleh pebisnis dari waktu ke waktu.

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman di perusahaan multinasional, nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada JMZacharias.Com Strategi Bisnis & Teknologi . Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Program Marketing ala Kopi Hangat LinkedIn

Menikmati kopi hangat di pagi hari sambil membaca berita hangat yang semuanya tersedia gratis, tentu merupakan kejutan kecil yang menyenangkan. Pejalan kaki di kawasan Manhattan New York dan kota San Francisco beruntung menikmati kejutan kecil menyenangkan ini, saat LinkedIn menjalankan program aktifasi (activation program) memperkenalkan fitur baru LinkedIn Today lengkap dengan ikon mobil caravan yang disulap dengan warna brand image Linkedin biru putih berikut cat bercorak berita hangat ala Linkedin Today. Mobil caravan menjadi wahana melayani para pengunjung mengantri kopi gratis sambil melihat layar LCD, iPad & flyer berisi fitur LinkedIn Today lengkap dengan berita hangat berbagai media online yang dapat diatur pada halaman profil pengguna social media Linkedin.


LinkedIn Mobile News Cafes from Manifold on Vimeo.

Pendekatan program marketing Linkedin ini menyentuh sisi emosi dengan efek wow dalam bentuk kejutan kecil yang menyenangkan, menikmati kopi premium gratis sambil melihat fitur baru LinkedIn Today. Pendekatan serta eksekusi ide jitu ini selaras dengan gagasan yang menyentuh sisi emosi sebagaimana dikemukakan Gerlard Zaltman profesor di Harvard Business School. Dalam bukunya How Customer Think, Zaltman menekankan bahwa emosi memainkan peran sangat penting dalam mengkode, menyimpan dan memanggil memori, selanjutnya membentuk landasan pembuatan keputusan.

Kejutan kecil kopi premium gratis dengan suasana santai sambil melihat fitur berita hangat LinkedIn Today merupakan kombinasi pengalaman yang menyentuh sisi emosi, tersimpan dan menjadi landasan baik dalam pengambilan keputusan untuk menggunakan fitur LinkedIn Today termasuk juga keputusan untuk menggunakan layanan LinkedIn bagi yang belum terdaftar sebelumnya (customer acquisition).

Efektifitas program aktifasi ini didukung kesesuaian aspek strategis seperti target, aktifitas, waktu serta lokasi, media, penawaran, serta tahap eksekusinya melalui berbagai tahapan pendekatan promosi AIDA (Awareness, Interest, Desire serta Action) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pada program aktivasi LinkedIn Today ini dapat dipetakan sebagai berikut:

target :  pekerja kantor.

aktifitas : kebiasaan pekerja di Amerika Serikat untuk minum kopi sambil membaca berita hangat sebelum atau sesaat memulai kerja di pagi hari.

waktu : pagi hari saat ramainya lalu lalang pejalan kaki (rush hour) .

lokasi : kawasan sibuk Manhattan New York & San Fransisco.

media : online dan offline. Pendekatan offline, mobil caravan penyedia kopi yang dilengkapi fasilitas digital brand offline layar LCD, iPad & flyer. Untuk pendekatan online, pelanggan linkedin dapat berkomunikasi dan memonitor lokasi mobil caravan secara real time melalui fasilitas live stream LinkedIn Today.

penawaran : pengunjung mendapat kopi premium gratis sambil mencoba demo fitur berita hangat yang ditawarkan LinkedIn Today, mendaftar Linkedin serta mengaktifkan fitur baru LinkedIn Today.

eksekusi : Keberadaan mobil caravan dengan corak khas fitur berita hangat tentu menarik perhatian (Aware) orang lalu-lalang. Adanya orang yang mau mengantri menunggu kopi premium gratis sambil melihat tanyangan di layar LCD dan membaca flier memancing rasa ketertarikan (Interest). Di sela-sela menikmati kopi hangat , timbul dorongan (Desire) untuk mencoba demo pada panel iPad yang dipasang bahkan melalui piranti pribadi para pengunjung seperti iPad, ponsel serta laptop. Pengunjung yang bukan pengguna LinkedIn sebelumnya, dapat melakukan pendaftaran account LinkedIn (Action), bahkan ada yang mengabadikan dengan kamera/ponsel serta menuliskan momen mengesankan ini pada profil LinkedIn mereka. Tahapan pendekatan promosi AIDA (Awareness, Interest, Desire serta Action) pun terlaksana dengan baik.

Sisi menarik program aktifasi ( marketing ) ini, LinkedIn dengan jitu mengkombinasikan pendekatan offline dengan pengguna LinkedIn lainnya terkoneksi online melalui live streaming LinkedIn Today. Pengguna LinkedIn di kota tersebut dapat memonitor lokasi mobil caravan secara real time. Melalui komunikasi online petugas merespon permintaan rute ke area mana mobil caravan ini beroperasi selanjutnya.

Say it with a cup of coffee! Begitu pendekatan hangat LinkedIn, pendekatan yang tidak hanya sukses secara offline, namun juga online.

* image credit: kraifreedom-freedigitalphotos.net

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman di perusahaan multinasional, nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada JMZacharias.Com Strategi Bisnis & Teknologi . Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Kuasai Nilai Produk saat Bertransaksi

Pernakah Anda merasa menyesal setelah membeli atau menjual produk karena menjual produk terlalu murah atau membeli dengan harga yang kelewat mahal? Proses menawar, keputusan menolak dalam kegiatan jual beli produk merupakan lingkaran dari proses transaksi yang dinamis. Dinamis karena banyak faktor yang memperngaruhi beserta bobot relativitasnya pun tidak sama. Bisa saja pada jenis produk yang sama, dilakukan pihak lain dalam bertransaksi, pada tempat dan waktu berbeda memberikan pengaruh yang tidak sama.

Harga produk tetap menjadi perhatian penting bagi pembeli dan penjual. Umumnya harga digunakan sebagai salah satu indikator keputusan penting dalam bertransaksi. Proses transaksional idealnya mengarah pada terciptanya proposionalitas harga baik bagi pembeli dan penjual. Kondisi proposional yang dimaksud bahwa harga yang dicapai pada skala harga yang tidak terlalu tinggi atau rendah serta mencakup kesesuaian nilai dari suatu produk.

Nilai dari suatu produk merupakan bagian strategis dalam transaksi. Implikasinya langsung terhadap harga, keunikan, keotentikan, manfaat yang ditawarkan penjual dan juga diinginkan pembeli. Memetakan harga suatu produk dengan faktor nilai manfaat merupakan pendekatan lazim dari proses transaksi jual beli yang dikenal dengan pendekataan value proposition. Pendekatan yang memetakan sisi harga pada domain harga, serta relasinya pada seberapa besar manfaat yang diberikan. Aspek nilai produk pun berkontribusi signifikan pada strukur harga dengan formula di bawah ini :

Harga = Biaya + Nilai + Profit

Strategi mengatur besaran elasitas harga bergantung seberapa dinamis vaiabel biaya, nilai dan profit dapat diatur seperti skenario di bawah ini:

– Profit dapat diatur besarannya mengacu pada seberapa besar batas minimal proofit yang harus diperoleh.
– Biaya dapat disesuaikan (ditekan dengan cara pemesanan dalam jumlah besar yang memenuhi kuota minimum.
– Besaran nilai produk diatur berdasarkan pengetahuan yang dikombinasikan dengan kemampuan dan kepekaan pada value proposotion produk.

Kemampuan mengkalkulasi nilai produk tidak lepas pada pengetahuan akan karakteritik produk beserta nilainya. Nilai suatu produk dapat terukur sampai yang bernilai relatif. Contoh nilai produk yang terukur secara universal seperti emas, bahan bakar minyak, hasil tambang dan aneka komoditas lainnya. Nilai produk yang bersifat relatif berdasarkan segmentasinya seperti barang unik, antik, karya seni serta barang bernilai historis lainnya. Variabel besaran nilai produk merupakan representasi dari aspek manfaat, keunikan, keotentikan, momentum serta juga berkaitan dengan aspek ketersediaan dan kebutuhan(supply dan demand).

Kepekaan menaksir nilai suatu produk membantu dalam menentukan kepantasan suatu produk pada kisaran harga tertentu. Gambaran sederhana studi kasus di bawah ini dengan contoh variabel value yang disertakan dan juga diabaikan dalam penuntuan harga.

Seorang nelayan menemukan piring saat menjaring ikan di laut. Piring tersebut ditawarkan di pasar barang bekas dengan harga sebagaimana harga piring bekas lazimnya. Pada saat bersamaan seorang melakukan hobi menyelam, tidak sengaja menemukan piring sejenis di dasar laut. Sesampainya di rumah, diperiksanya piring tersebut sambil berkonsultasi dengan ahli barang antik. Ternyata diketahui piring tersebut merupakan piring antik salah satu peninggalan harta karum armada kapal Tiongkok yang tenggelam pada jaman dinasti Ming. Berbekal informasi sejarah piring tersebut, harga jual yang ditawarkan menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual nelayan sebelumnya. Variabel pengetahuan akan nilai inilah berkontribusi pada perbedaan harga yang ditawarkan untuk piring tersebut.
Produk premium sekalipun tetap menarik untuk dibeli bila menawarkan nilai produk yang istimewa. Menjualnya kembali dengan harga kompetitif tidaklah sulit, sepanjang keistimewaan nilai terjaga, apalagi jika Anda berhasil memberi nilai tambah (value added) istimewa lain pada produk dengan menyasar target market yang tepat.

Kemampuan mengkalkulasi nilai suatu produk berikut struktur biayanya, tentu saja didukung proses pembelajaran (learning by doing) dari waktu ke waktu. Berbekal pengalaman dan kemampuan membedah struktur biaya, nilai produk serta perbandingan harga yang ditawarkan oleh kompetitor, membantu dalam penentuan harga yang pantas dan kompetitif suatu produk. Kemampuan perhitungan yang tepat & realistis untuk kombinasi variabel di atas, berdampak pada kemampuan elastisitas harga suatu produk berkompetisi pada pasar yang makin dinamis. Tentu saja melengkapi aspek kompetitif Anda sebagai pelaku bisnis.

* image credit: renjith krishnan-freedigitalphotos.net

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman di perusahaan multinasional, nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada JMZacharias.Com Strategi Bisnis & Teknologi . Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Pengalaman Konsumen : Produk dan Layanan tahun 2013

Pada perkembangannya sampai saat ini, tuntutan pada produk beserta layanannya tidak hanya menitikberatkan pada kegunaan fitur beserta keunggulan yang biasa diukur dari kualitas layanan ( Quality of Service , QoS ), namun juga seberapa jauh produk dan layanannya mampu berdampak positif pada pengalaman pengguna / konsumen ( User Experience, Ux ) dengan parameter pengukur Quality of Experience ( QoE ).

Sepanjang tahun 2013 banyak gebrakan produk beserta layanan dilakukan oleh perusahaan dunia dan nasional. Pada artikel penutup tahun 2013 ini, disajikan beberapa gebrakan perusahaan berkenaan upayanya untuk menambah daya ungkit lebih baik terhadap pengalaman konsumen pada produk dan layanannya, seperti dipaparkan berikut ini:

1. Yahoo . CEO Yahoo Marissa Mayer melakukan gebrakan dengan membenahi layanan Yahoo yang langsung berhubungan dengan penggunanya sehari-hari yakni portal mesin pencari Yahoo, Yahoo Mail, Yahoogroups beserta Flickr. Hal ini berdampak positif pada tampilan antarmuka ( User Interface , UI) dan kecepatan akses yang signifikan sekaligus mengatasi permasalahan layanan Yahoo selama ini. Bahkan gebrakan layanan Flickr untuk mendokumentasikan dan mencetak foto-foto yang pernah diunggah di Flickr.com ke dalam PhotoBooks dalam bentuk cetakan hardcover .

2. Telkomsel . Layanan online MyTelkomsel (sebelumnya namanya T-Care) dan aplikasi mobile MyTelkomsel pada perangkat telepon pintar, beri kemudahan pengguna untuk manajemen produk dan layanan yang dipilih serta didukung akses customer service . Awal Desember lalu saat datang ke Grapari Gatot Subroto Jakarta untuk terminasi salah satu simcard, prosesnya singkat dan tuntas. Menariknya, prosesnya mendukung aktifitas paperless dimana tandatangan dan lampiran ktp pun langsung diinput ke perangkat nirkabel iPad petugas.

3. PT KAI Commuter Jabotabek . Permasalahan demi permasalahan kereta khususunya kereta komuter Jabotabek beberapa tahun silam, secara bertahap dibenahi. Pemandangan penumpang yang bergelantungan serta naik di atap gerbong, tidak dapat dijumpai lagi. Kebersihan , penataannya beri kenyamanan dan keamanan pada tiap gerbong termasuk gerbong khusus wanita. Peleburan kereta ekonomi-AC berdampak pada peningkatan frekuensi dan makin singkatnya waktu tunggu keberangkatan antara kereta sebelum serta kereta berikutnya. Penggunaan kartu elektronik sebagai tiket & alat bayar berdampak signifikan pada sistem pembayaran terintegrasi, yang memungkinkannya tarif progresif serta kontrol ketat pengaturan akses masuk dan keluar stasiun. Informasi visual rute loop yang jelas serta akses informasi akan status terkini dari perjalanan kereta komuter pun juga dapat diakses online dan aplikasi mobile pada telepon pintar.

4. Pizza Domino . Layar monitor (pizza tracker) yang berada dekat konter pemesanan cabang Pizza Domino Indonesia (lihat foto atas) berisi kode pesanan, nama pemesanan, estimasi waktu tunggu dan status pemesanan, berkontribusi positif beri kepastian saat mengantri pemesanan pizza. Berbekal struk pemesanan take-away dan estimasi waktu, pemesan dapat melakukan aktifitas lainnya, kemudian kembali ke konter pada waktu yang telah diestimasikan untuk memastikannya dengan melihat status terakhir pemesanan pada layar monitor. Melihat pergerakan pemesanan berikut perubahan status mulai dari persiapan, proses oven, selesai sampai pesanan siap, memberi ketenangan dan ruang untuk mengisi waktu dengan kegiatan lain dengan waktu yang terukur. Layanan order tracking ini juga dapat diakses secara online khusus untuk delivery service tentunya.

5. Toko Buku Gramedia . Suasana yang mendukung bagi konsumen tercipta berkat kenyamanan pencahayaan, penataan yang rapi dan tidak rapat serta juga space ke plafon mendukung sirkulasi udara berikut horison pandangan yang lapang. Berdasar pengalaman di beberapa cabang, cara petugas merespon kebutuhan konsumen seragam, mungkin merupakan bagian dari standar operasi prosedur (S.O.P.) contoh seperti saat menanyakan buku atau tema tertentu konsumen akan diantar ke rak buku dengan tema terkait atau menuju layar monitor untuk melakukan pencarian buku yang dimaksud pada database cabang tokobuku tersebut. Bila buku yang dicari habis stok-nya, konsumen akan dipandu menuju konter customer service (biasanya berada dekat kasir utama) untuk melihat ketersediaan buku tersebut pada toko buku gramedia cabang yang lain yang terkoneksi online dalam sistem database. Bila, buku yang dimaksud ada di cabang lainnya, petugas akan membantu mengkonfirmasikan ke cabang yang dipilih pelanggan via telepon. Begitu ada kepastian ketersediaan barang secara fisik, barulah konfirmasi final diberikan pada konsumen. Bila konsumen tidak ingin repot ke cabang lain atau buku yang dicari tidak ada di cabang yang dimaksud dan stoknya ada di gramedia online, maka konsumen diarahkan untuk memesan melalui gramedia online.

6. Shell . Pada kuartal akhir tahun ini, Shell Indonesia lewat penjualan bahan bakar V Power dengan promo LEGO seri Ferari (6 varian berbeda) selama enam minggu berturut-turut dikombanisasikan dengan program aktifasi lainnya seperti pameran LEGO seri Formula 1 Ferari seukuran aslinya (perbandingan 1:1). Tidak saja merchandize LEGO seri Ferari yang langsung merengkuh bebarapa lapisan demografi dengan varian umur misalnya mulai dari anak kecil/remaja laki-laki, pemuda hingga kaum Bapak yang masuk dalam pusaran hobi dipadu dengan kenangan masa kecil. Animo pun meningkat bersamaan juga dengan munculnya pertanyaan bagaimana program itu dapat disesuikan dengan kondisi konsumen pengguna kendaraan roda dua, mengingat ketentuan pembelian minimal sekali pengisian bahan bakar sebesar 30 liter lebih memungkinkan untuk dinikmati oleh konsumen untuk pengisian bahan bakar kendaraan roda empat. Respon cepat mengakomodasikan aspirasi konsumen motor roda dua, dilakukan penyesuaian ketentuan berlaku khusus untuk pengisian bahan bakar pada kendaraan roda dua, kebijakan yang patut diapresiasi. Konsumen senang dan tertarik untuk mengumpulkan koleksi lengkap enam varian LEGO edisi Ferari selama enam minggu berturut-turut. Pendekatan crowd-sourcing melalui media sosial (twitter & facebook) secara intensif dengan kontinuitas suplai informasi terkini, respon cepat terhadap pertanyaan serta dikombinasikan dengan program aktifasi seperti kompetisi foto mobil LEGO kreasi konsumen #ShellPhotoComp setiap minggu , kompetisi hitung jumlah bricks lego ferari #ShellHitungLego seukuran mobil balap Ferari aslinya (1:1). Sayang seribu sayang, program aktifasinya tidak termasuk tiket nonton film RUSH (kisah legenda juara F1 Niki Lauda era tahun 70-80an), mungkin lantaran sponsor film RUSH adalah kompetitornya SHELL. Partisipasi konsumen pada kompetisi foto hasil kreasi lego ferari menakjubkan, alangkah menariknya, hasil foto2x peserta tersebut ditampilkan suvenir kalendar 2014 brand ini kepada para konsumen yang ikut mensukseskan program ini sebagai wujud apreasiasi atas partisipasi, memelihara ikatan (engagement) serta juga memberi nilai tambah bagi nilai pengalaman konsumen (user experience).

7. Farmers Market . Penyedia layanan berbelanja kebutuhan sehari-hari ini, menyediakan nuansa berbelanja yang dipadukan dengan pengalaman demo produk on site lengkap dengan paket hadiah & promo. Juga sajian info produk dan kutipan pengetahuan praktis keseharian seperti info memasak, menyiapkan makanan sehat dan tip-tip memilih buah sehat yang dikemas dalam lay-out, desain warna dan material bahan kertas yang menarik ini membuatnya pantas untuk disimpan sebagai dokumentasi kliping ini merupakan keunggulan Farmers, dimana tidak sekedar seperti info produk lainnya yang tercetak seadanya, layout yang rapat agar lebih banyak info tercantum, yang hanya kemudia dilihat dan dibaca sebentar sesaui keperluan untuk kemudian menjadi remasan kertas tak berguna yang siap dibuang ke tempat sampah. Satu hal yang menarik lagi, program aktifasi yang melibatkan dukungan dan relasi suppliernya seperti kejutan menarik makan sushi gratis saat berbelanja di Farmers Market Summarecon Mal Serpong acara Sushi Mosaic (2 November 2013, pkl 14:00) dalam rangka sixnificant 6 years Farmers Market.

8. Berikut-nya (baca: titik-titik) masih banyak gebrakan produk dan layanan lainnya di tahun 2013 yang belum tercover pada artikel ini serta akan banyak lagi di tahun 2014.

Gebrakan produk beserta layanannya yang berdampak positif pada pengalaman konsumen ( User Experience ) di atas, memberi inspirasi bagi kita para pelaku bisnisuntuk menyadari bahwa dalam bisnis tidak hanya mementingkan ‘Apa yang dijual‘ namun juga menekankan ‘Bagaimana proses menjualnya beserta unsur pendukungnya‘ yang pada akhirnya menyentuh hati serta beri pengalaman yang bernilai bagi konsumennya, karena inti bisnis adalah interaksi antar manusianya.

Tak terasa selesai juga artikel pengalaman saya sebagai konsumen ini, yang ditulis disela-sela detik-detik tutup tahun 2013 bersama dengan suara dan suasana pesta kembang api serta terompet yang membahana menyongsong membuka langkah lembaran baru di tahun 2014.

Selamat tahun Baru 2014

*gambar/foto: @jmzacharias

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman di perusahaan multinasional, nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada JMZacharias.Com Strategi Bisnis & Teknologi . Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Selamat Berjumpa Lagi BlackBerry Messanger ( BBM )

Baru saja BlackBerry Messanger (BBM) diluncurkan untuk ponsel iPhone dan ponsel berbasis Android (20-21 September 2013). Peristiwa ini mengingatkan saya hampir satu dekade, tepatnya tahun 2004 saya ditugaskan ke Singapura belajar implementasi aplikasi BlackBerry pada ponsel Siemens dan mempersiapkan fitur BlackBerry pada Siemens SK65 bersama operator telekomunikasi di tanah air. Saat itu BlackBerry belum memiliki handset sendiri masih berupa aplikasi pada ponsel Siemens SK65, Nokia 6810 dan Ericsson P900. Pada fase perdana aplikasinya masih terbatas pada BlackBerry Enterprise Service (BES) dengan fitur andalannya push email. Kerjasama erat tiga entitas (vendor ponsel, BlackBerry dan operator telekomunikasi) mendukung layanan push email pada konsumen korporasi memberi harapan akan berkembangnya layanan BlackBerry ini. Saat itu ketiga vendor ponsel tersebut seragam menggunakan layanan push email BlackBerry ini sebagai fitur andalan mereka dalam kampanye marketing. Mirip saat Facebook sedang booming dimana kampanye marketing vendor ponsel menggunakan Facebook untuk memikat konsumen.
Kehadiran fitur BBM merupakan terobosan layanan push email dengan dukungan tiga vendor ponsel pada fase awalnya, ternyata hanyalah merupakan “pemanasan” BlackBerry untuk benar-benar hadir sebagai vendor ponsel dengan fitur aplikasi BBM dan BES-nya yang terintegrasi pada handsetnya yang saat itu cukup besar dan tebal mirip kalkulator. Kemudian berlanjut dengan desain handset BlackBerry berikutnya yang mulai enak dipandang terus dengan desain menarik sebagaimana yang ada di pasaran.

Ada kemiripan strategi BlackBerry melakukan “pemasanan” kesiapan produknya dengan strategi kerjasama bundlling aplikasi dengan vendor ponsel, seperti langkah Apple mempersiapkan iPhone-nya. Sejatinya produk iPhone ini muncul dari kekhawatiran Steve Jobs akan masa depan iPod. Steve Jobs berpendapat bila Apple tidak masuk ke pasar ponsel maka iPod cepat atau lambat akan dilibas dengan aneka ponsel pintar lengkap dengan fitur alat pemutar musik. Ini lah yang melatarbelakangi Steve Job mempersiapkan Apple untuk masuk ke pasar ponsel. Realisasinya dimulai dengan inisiatif Steve Jobs untuk berkerjasama menyediakan fitur iPod pendamping pada ponsel andalan Motorla RAZR saat itu. Dan lahirlah Motorola ROKR dengan andalan pemutur musik. Tidak ada kelanjutan kerjasama setelah itu. Apple kemudian mulai masuk pasar ponsel dengan produk sendiri iPhone.

Cukup lama ponsel BlackBerry hadir mendominasi pasar smartphone bersama Nokia dan Sony Ericsson sebelum posisinya digoyang hadirnya iPhone dan smartphone berbasis Android. Keterikatan (engagement) pengguna Blackberry pada group chat beserta kontak BBM menjadikan BlackBerry bertahan cukup lama. Di sisi lain penonaktifan BBM juga terjadi lantaran pengguna mengganti ponsel BlackBerry dengan handset merek lain. Konsekuensi hal ini tidak saja mempengaruhi penjualan handset baru BlackBerry, juga menggerus pendapatan paket data layanan berlangganan dengan operator telekomunikasi.

Akhirnya BlackBerry menempuh strategi jitu dengan melepas eklusifitas aplikasi BlackBerry untuk dapat beroperasi lintras platform pada ponsel vendor lain seperti iPhone dan ponsel berbasis Android. Langkah ini tidak saja membantu menjaga pengguna BlackBerry Messanger untuk tetap eksis, mengontrol tingkat retensi/churn rate-nya namun juga membuka kesempatan target market baru pengguna ponsel merek lain untuk mengaktifkan layanan BBM. Strategi ini cukup memberi harapan dan juga pelajaran best practice bagaimana pada kondisi kritis daripada tetap berdarah-darah berkompetisi head-to-head lebih baik berkompetisi tidak langsung atau berkolaborasi ala pendekatan Blue Ocean Strategy.

Selamat Berjumpa Kembali BlackBerry Messanger !

*gambar/foto:blackberry site

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman di perusahaan multinasional, nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada JMZacharias.Com Strategi Bisnis & Teknologi . Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

Byjmzachariascom

Apakah strategi iPhone 5C berhasil ?

Tepat 20 September 2013, Apple berencana meluncurkan produk iPhone generasi terbarunya iPhone 5S & iPhone 5C. Seperti biasa terobosan fitur baru dari produk premium smartphone ala iPhone terbaru ini yang menjadi pernak-pernik gegap gempitanya peluncuran produk Apple. Kali ini ada gebrakan lain dari strategi pemasaran iPhone saat meluncurkan iPhone 5C. Mengapa iPhone 5C cukup menarik perhatian, tidak lain pendekatan strategi berbeda dibandingan produk iPhone lainnya seperti:

1. Budget Phone.

Menarik untuk dicermati ponsel dengan penutup berbahan polycarbonat ini di tawarkan dalam harga yang lebih rendah dari produk iPhone (premium) lainnya sekitar 99 Dolar AS (16 GB) dengan skema kontrak layanan dengan operator telekomunikasi dalam periode dua tahun.

2. Aneka warna cerah (lima warna) .

Menyajikan pilihan warna yang lebih banyak dibanding produk iPhone lainnnya. Pilihan warna cerah seperti putih, biru, hijau, kuning dan pink ini, memperkuat kesan iPhone 5C ditujukan pada segmen kelas anak muda.

Melihat ke dua terobosan pendekataan di atas, memang berbeda dengan arah dan kebijakan Apple dibawah kendali Steve Jobs, dimana produk Apple dengan warna dan material yang mendukung iPhone sebagai produk premium. Smartphone iPhone yang saat itu masuk pada pasar ponsel dengan mengusung dominasi layar sentuh multi-touch dengan desain yang elegan menawarkan simplicity menjawab kerumitan yang ditemui pada ponsel saat itu. Meski segmen produk premium dengan market size yang masih kecil. Dengan penjualan produk iPhone terus menunjukkan tren positif selama beberapa seri dari produk iPhone, Steve Jobs mantap dengan pilihan iPhone sebagai produk premium. Sebagaimana yang dikatakannya bahwa meski market share masih kecil namun jika nilainya merupakan sesuatu yang signifikan. Perhitungan dan pilihan strategi yang logis pada produk premium, yang mempunyai karakteristik profit besar dengan jumlah produk diserap pasar seperti proporsi pada piramida paling atas.

Babak seru dimulai saat diluncurkannya sistem operasi baru Android (sistem operasi terbuka) yang jelas pendekatannya berlawan produk Apple yang semuanya terkontrol (sistem operasai tertutup). Smartphone berbasis Android ini digunakan beberapa produk besar ponsel (HTC, Samsung, LG, Sony dll), membuat peta dominasi iPhone mulai terkoreksi. Brand-brand smartphone berbasis Android tersedia pada bermacam-macam kelas produk beserta harga dari low end , middle dan di high end beserta versi tablet-nya. Gadget berbasis Android ini tidak terkecuali ikut menggerus segmen high end yang didominasi produk Apple (iPhone) dan iPad sebelumnya. Hal ini yang mungkin membuat Apple harus bermanuver untuk mempertahankan eksistensinya dengan terobosan strategi jitu, tidak terkecuali dengan diluncurkannya iPhone 5 C ini.
.

Pada konferensi pers Selasa 10 September lalu di kampus Apple Cupertino, California, Phil Schiller senior vice president of worldwide marketing memamparkan iPhone 5C (16GB) ditawarkan dengan harga pada kisaran 99 dolar AS. Tawaran yang cukup menarik perhatian mengingat kuatnya brand iPhone selama ini sebagai produk premium. Harga tersebut merupakan kisaran harga bagi konsumen saat melakukan kontrak belangganan layanan dengan operator telekomunikasi dalam periode tertentu. Lantas bagaimana dengan harga iPhone yang dijual langsung (tanpa kontrak). Berdasarkan informasi dan kajian dari beberapa sumber seperti, harga iPhone 5C (tanpa kontrak) diperkirakan berada di kisaran 535 dolar AS ( 5 -6 juta rupiah). Menarik untuk disimak adalah disparitas harga yang cukup lebar dari iPhone 5C dengan kontrak dan tanpa kontak. Apple dengan cerdas membranding iPhone 5C dengan harga 99 dolar AS untuk program kontrak sebagaimana dilakukannya pada sebagai besar channel operator telekomunikasi di seluruh dunia dengan tujuan menggaet para konsumen loyalnya serta konsumen dari segmen baru juga dengan lima pilihan warnanya. Selanjutnya tinggal bagaimana skema perhitungan kontrak dengan layanan telekomunikasi lah apakah mampu menarik konsumen untuk melakukan kontrak layanan tersebut.

Masih menyisakan berbagai tanda tanya, penuh kabut misteri khas Apple dalam setiap rencana peluncurannya yang selalu membuat orang penasaran. Setidaknya ada beberapa pertanyaan berikut berusaha menggali seberapa efektifkah terobosan strategi Apple melalui peluncuran iPhone 5C ini, seperti :

– Apakah memang iPhone 5C untuk menyasar segmen smartphone berharga murah (budget smartphone) atau hanya strategi agar dapat terjangkau?

– Berapa harga pokok ponsel yang harus ditanggung konsumen tersebut?

– Apakah strategi dengan lima pilihan warna cerah efektif untuk masuk pada segmen baru, memberi dampak pada kompotitornya?

Let’s see.

*artikel ini pertama kali dipublikasikan pada bulan September 2013

*gambar/foto:konferensi persApple 10 September 2013

Tentang Penulis:

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman di perusahaan multinasional, nasional serta startup pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada JMZacharias.Com Strategi Bisnis & Teknologi . Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.