Challenger: 73 detik antara Lompatan Peradaban, Tragedi dan Kebangkitan

Byjmzachariascom

Challenger: 73 detik antara Lompatan Peradaban, Tragedi dan Kebangkitan

Challenger ya, salah satu versi pesawat ulang alik ruang angkasa setelah sang pioner pesawat ulang alik Columbia. Masih teringat jelas diingat saya [saat itu masih anak-anak], sebuah lompatan besar berakhirnya era wahana ruang angkasa seperti Apolo di tahun 60-70-an namun pesawat yang diluncurkan ke angkasa, saat kembali ke bumi dalam keadaan utuh sebagaimana pesawat biasa. Berbeda dengan pendahulunya, dimana astronot Apolo, saat kembali ke bumi hanya dalam bentuk kabin kapsul dengan parasut yang mendarat di tengah laut.
Dari beberapa ekpedisi pesawat ulang-alik tersebut, salah satunya pesawat ulang alik Challenger yang mendapat perhatian, selain karena peristiwa meledaknya Challenger 76 detik setalah peluncuran pada tanggal 28 Januari 1986 ini, ada mimpi serta harapan besar Presiden Ronald Reagan bersama rakyat Amerika kala itu.

Meski waktu itu, saya yang masih kecil turut sedih mendengar dan melihat tragedi meledaknya Challenger dari siaran TVRI Dunia Dalam Berita [satu2xnya akses TV ke berita internasional saat itu di tahun 1986]. Saya, tidak tahu waktu itu perhatian saya tertuju pada seorang wanita dengan rambut hampir menyentuh bahu agak ikal berwarna coklat bergelombang. Meski waktu itu ada 7 kru Challenger (grup misi STS-51-L) yang menjadi korban, namun entah mengapa wajah dan ingatan saya seorang anak-anak yang tidak terlalu dapat mengakses banyak berita seperti era internet saat ini, tertuju pada wanita itu, bahkan sampai saat ini. Setelah saya dewasa dan mempunyai akses barulah saya tahu wanita tersebut, yang bernama lengkap Sharon Christa McAuliffe [Christa McAuliffe]. Entah kebetulan atau tidak ternyata saat itu sosok Christa McAuliffe menjadi tumpuan harapan rakyat Amerika setelah terpilih dari 11.000 an pelamar guru dalam inisiatif Presiden Reagan untuk mengikutsertakan seorang guru sebagai awak Challenger bersama astronot NASA lainnya. Misi Reagan saat itu, dengan diikutkan seorang guru dalam ekspedisi ruang angkasa dan selama berada di orbit, guru tersebut mengajar dua matapelajaan secara live yang akan disiarakan secara nasional, salah satunya tentang magnetism dengan demo bagaiamana pengaruh magnet dalam kondisi dengan gravitasi (seperti di bumi) dan tanpa gravitasi (di ruang angkasa).


*Presiden AS ke 40 Ronald Reagan mengumumkan inisiatif untuk mengikutsertakan guru pada misi ruang angkasa berikut program pengajaran ke murid secara langsunf dari ruang angkasa.

Tak pelak perhatian pun tertuju pada guru SMA di Kota Concord New Hampshire, Christa McAuliffe, harapan baru bahwa guru pun bisa menjelajah ruang angkasa dan memberi inspirasi langsung bagi murid-muridnya juga anak kecil lainnya. Setelah mengalami penundaan peluncuran dimana kru kembali keluar dari Challenger pada minggu sebelumnya. Tanggal 28 Desember 30 tahun silam, merupakan hari H (D-Day) yang ditunggu-tunggu baik pemirsa televisi, tidak terkecuali teman-teman sekolah anak Christa (kelas 3 Kimball Elementary School) berikut murid di sekolah dimana Christa mengajar SMA Concord New Hampshire.
Senyum melebar dari para kru Challenger sesaat sebelum masuk ke mobil Asto Van yang membawa mereka ke tempat peluncuruan. Untuk kemudian masuk dan bersiap untuk count-down, meluncur, diiringi keriuhan penonton yang tidak jauh dari lokasi peluncuran (sekitar 3,5 mil) tidak terkecuali Barbara Morgan yang merupakan guru back-up (cadangan dari Christa jika berhalangan), yang penuh antusias sesaat peluncuran. Kemeriahan, kegembiraan menemani Challenger meninggalkan landasan di sekitar pesisir Florida (Cape Caneveral) sambil komunikasi dengan awak pesawat terus berlangsung. Namun pada detik ke 73, kejadian dramatis bak roller coaster keadaan berubah dengan cepat,sampai akhirnya peristiwa itu terjadi (lihat video di bawah).


*Video rekamanan persiapan dan peluncuran pesawat ulang-alik Challenger beserta pidato (state union) Presiden Reagan pasca tragedi meledaknya pesawat ulang-alik Challenger.

Begitu peristiwa ledakan tersebut terjadi, di ruang kontrol peluncuruan sejenak senyap, kemudian petugas sepertinya team leader memastikan petugas lainnya untuk memperhatikan data-data Challenger terutama sejak detik ke sekitar 73, berikut sampai ada kepastian komunikasi terputus di detik ke 73. Meski tegang dan shock, semua anggota tim di ruang kontrol tetap tenang memantau segala perkembangan dari detik ke detik. Itu yang saya tangkap setelah melihat tayangan dokumenter di program tv National Geography Channel.
Kejadian ini tidak saja, membuat keprihatinan yang mendalam namun membuat down moral anggota tim yang terlihat peluncuran khususnya dan juga pemerintah. Presiden Reagan mengadakan pidato (state union) yang dapat dilihat pada video di atas untuk menyampaikan keprihatinan bagi keluarga korban sekaligus meningkatkan moral warganya termasuk anak-anak sekolah yang semula penuh antusias harus menghadapi peristiwa tersebut seperti sebagai berikut “And I want to say something to the schoolchildren of America who were watching the live coverage of the shuttle’s takeoff. I know it is hard to understand, but sometimes painful things like this happen. It’s all part of the process of exploration and discovery. It’s all part of taking a chance and expanding man’s horizons. The future doesn’t belong to the fainthearted; it belongs to the brave. The Challenger crew was pulling us into the future, and we’ll continue to follow them.
Presiden Reagan pun menambahkan pada pidato dari Oval Office Gedung Putih pukul 5 petang waktu setempat tersebut bahwa “The crew of the space shuttle Challenger honored us by the manner in which they lived their lives. We will never forget them, nor the last time we saw them, this morning, as they prepared for their journey and waved goodbye and “slipped the surly bonds of earth” to “touch the face of God.
Presiden Reagan mengutus Wakil Presiden George Bush beserta Senator John Glenn (mantan astronot) untuk datang ke kantor NASA menyampaikan keprihatinan sekaligus menguatkan moral karyawan di sana.

Program pesawat ulang alik angkasa pun sempat terhenti. Namun pada 3 tahun berikutnya program pesawat ruang angkasa kembali diluncurkan, Presiden Reagan menepati janjinya untuk bangkit meneruskan kepeloporan ekspedisi ke luar angkasa, seperti yang dibacakan pada state union saat itu a.l.:”I’ve always had great faith in and respect for our space program, and what happened today does nothing to diminish it. We don’t hide our space program. We don’t keep secrets and cover things up. We do it all up front and in public. That’s the way freedom is, and we wouldn’t change it for a minute.
We’ll continue our quest in space. There will be more shuttle flights and more shuttle crews and, yes, more volunteers, more civilians, more teachers in space. Nothing ends here; our hopes and our journeys continue.

Dari pengalaman kejadian di atas, kita bisa belajar bagaimana suatu organisasi entah dalam bentuk negara atau perusahaan saat menghadapi krisis. Pemimpin lah yang memegang peranan kunci dari perjalanan organisasi, mulai dari penyusunan visi seperti bagaimana Ronald Reagan punya visi mengikutsertakan guru berikut program mengajar secara langsung dari luar angkasa yang rencananya disiarkan langsung dan diikuti anak sekolah saat itu. Pada saat terjadi krisis pun, leader harus di depan menguatkan moral anak buahnya sekaligus mengambil keputusan strategis untuk bangkit dan menyelesaikan krisis tersebut. Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Uncle Ben (paman Peter Parker/Spider Man) “With great power comes great responsibility.” Pemimimpin bukan saja punya power yang besar, namun juga tanggung jawab besar. Pemimpin yang cakap pun akan meninggalkan legasi untuk organisasinya. Selamat Memimpin … mulai dari memimpin diri sendiri dulu dan menjadi teladan tentunya ūüôā

*image credit: NASA

Tentang Penulis : JM Zacharias ( @jmzacharias ) saat ini berprofesi sebagai business strategist, berkarir profesional dalam bidang produk, sales dan marketing lebih dari satu dekade. Pengalaman karir profesionalannya di berbagai industri meliputi retail, consumer electronic, teknnologi informasi dan telekomunikasi baik Business to Customer (B2C) maupun Business to Business (B2B). Dengan beragam pengalaman  di perusahaan multinasional dan nasional pada bidang teknologi, sales marketing dan manajemen serta iklim kerja lintas budaya antar bangsa dalam portofolio karirnya di  kawasan Asia Pasifik dan Asia Tenggara turut memperkaya wawasan dan melebarkan preperspektif untuk terus belajar dan berbagi. Mengkomunikasikan ide dan strategi bisnis dilakukannya dalam bentuk artikel, pelatihan dan kegiatan konsultasi. Informasi detail dapat di lihat pada www.jmzacharias.com .  Anda dapat mengubungi melalui tautan kami.

About the author

jmzachariascom administrator

JM Zacharias: | Business Strategist | Writer | Guest Speaker | Trainer | Consultant | @Product Marketing, Productivity & Business Strategy.

Leave a Reply